atikel binatang laut aneh

Erabaru News Jumat, 15 Mei 2009
“Binatang raksasa aneh” dari samudera yang misterius kerap terdampar di pantai terbawa air laut. Belum lama ini, satu tim ilmuwan dari sebuah kota di Amerika Selatan kembali menemukan sesosok bangkai misterius bergigi tajam dengan mulut moncong dengan panjang tubuh hampir 4 meter. Bangkai binatang ini disebut “Gozila”, ia mungkin adalah suatu makhluk pada 135 juta tahun silam, dan merupakan kerabat jauh dari buaya sekarang.
Sebelumnya, menurut laporan Beijing Technology News, bahwa di akhir tahun 1896 silam, di Pantai St. Agustin, dua bocah laki-laki yang tengah bermain menemukan sesosok makhluk putih yang besar. Makhluk itu memiliki panjang 7 meter lebih, dan lebar lebih dari 2 meter dengan bobot 7 ton, dan juga tubuhnya sangat elastis.
Pada 3 Juli 2003, di kawasan ke-10 di selatan Chile ditemukan sesosok bangkai misterius dari laut terdampar di pantai. Berdasarkan penentuan pemeriksaan di lapangan dari pusat perlindungan paus setempat, bangkai makhluk itu panjangnya 12,4 meter, lebar 5,8 meter dan tebal 1,06 meter dengan berat diperkirakan mencapai 13 ton.

Sejak tahun 2004, tim riset biologi yang dipimpin ahli biologi Sidney Pierce dari South Maryland University telah menyelidiki semua sampel bangkai misterius yang bisa ditelusuri, dengan menggunakan mikroskop foto-elektrik, biokimia, metode analitis ilmu molekul dan tes DNA. Mereka membandingkan susunan kimia dari sampel bangkai misterius yang ditemukan di berbagai wilayah di dunia. Hasilnya menunjukan makhluk-makhluk itu sangat mirip, tidak tergolong dalam jenis gurita (cumi-cumi) raksasa, juga tidak tergolong berbagai jenis binatang misterius lain yang tak bertulangbelakang. Sampel-sampel ini berasal dari satu organisme yang sama dengan ikan paus, mereka mungkin sejenis ikan paus atau ikan hiu.

Terhadap “makhluk raksasa misterius” ini, penjajakan dan perdebatan dari para ilmuwan juga tidak pernah berhenti. Sehubungan dengan penemuan itu, para ilmuwan mengemukakan penjelasan ketiga. Yakni, tidak tertutup kemungkinan makhluk misterius itu adalah naga berleher ular atau makhluk purbakala lainnya yang berada pada 160 juta tahun silam, yaitu suatu makhluk purbakala dasar laut dari peninggalan zaman kuno. Dan tentu saja, jumlah makhluk purbakala ini sangat sedikit, mereka hidup di lingkungan laut dalam yang stabil, karena itu, orang-orang sangat sulit menemukan jejak mereka.

Tentu orang-orang akan mempertanyakan, binatang pada 160 juta tahun silam, mana mungkin bisa bertahan (hidup) hingga sekarang?

Dengan pertimbangan lingkungan yang stabil di samudera, tidak tertutup kemungkinan ada makhluk purbakala tertentu dapat bertahan hidup hingga sekarang. Dan contoh dari keadaan ini juga dapat ditemukan, pada tahun 1964, ilmuwan menemukan crinoidea (bunga laut) dari kedalaman 540 meter di samudera. Dan beberapa tahun kemudian, ditemukan lagi landak laut yang merah menyala. Ini semua adalah binatang pada 150 juta tahun silam, dan pernah ditemukan pada fosil, di luar dugaan sekarang masih bisa ditemukan lagi jenis mereka yang masih hidup.

Sesungguhnya, di atas bumi sekarang memang ada fenomena demikian. Ada makhluk yang semestinya sudah musnah pada puluhan juta tahun silam, namun yang mengejutkan, mereka masih eksis di sudut tertentu di muka bumi, dan dengan tegar hidup bersama dengan jenis binatang lain pada masa sekarang ini.

Ada juga jenis binatang tertentu yang pernah hidup di jaman purba, sebagai contoh, panda besar. Ia adalah salah satu makhluk hidup paling kuno dari China. Sejak sebelum adanya manusia, di masa akhir pertengahan abad baru kurang lebih pada 8 juta tahun silam sudah ada jejak panda besar di muka bumi.

Selain itu, ada acipenseriadae yakni sejenis ikan laut yang bertelur di sungai. acipenseriadae adalah binatang bertulang belakang paling kuno yang berasal dari masa mesozoikum pada 100 juta tahun silam, dan mempunyai sebutan “fosil hidup”. Usia acipenseriadae cukup panjang, dapat hidup hingga 100-200 tahun. Panjang tubuh umumnya 3-4 meter, dan berat badan dapat mencapai 500 kg. Di dalam tubuh acipenseriadae selain memiliki beberapa tulang keras di kepala, tulang belakang dan tulang pipinya, selain itu merupakan tulang rawan dan juga tidak berduri. Moncongnya tajam mencuat dengan tubuh berbentuk oval. Di depan moncongnya terdapat sungut yang digunakan untuk mencari makanan di dalam air.
Ikan paru juga hidup pada 300 juta tahun silam. Umumnya mereka bernapas dengan insang di dalam air. Bila air kering ia membungkus dirinya menjadi segumpal tanah dengan lendir dan lumpur, sedangkan di dalamnya menyisakan sebuah saluran yang bisa saling berhubungan dengan dunia luar, kemudian bernapas dengan paru-paru primitif dari gelembung renang ikan, lalu tidur nyenyak. Setelah itu baru kembali ke sungai saat air sungai sudah cukup.
Begitu juga Ikan tanpa duri. ikan ini hidup pada 300 juta tahun silam, hingga pada 70 juta tahun yang lalu sudah lenyap. Tetapi, pernah dua kali berhasil ditangkap di daerah perairan tenggara Afrika. Panjangnya kurang lebih 1,5 meter, pada permukaan tubuhnya dipenuhi dengan sisik yang keras, memancarkan cahaya berwarna putih kebiru-biruan, sekujur tubuhnya seperti mengenakan selapisan baju baja, bagian kepalanya sangat keras. Yang mencengangkan adalah, pada dua sisi bagian dada dan perutnya masing-masing ditumbuhi dengan sebuah sirip, dibanding dengan sirip ikan lainnya, sirip-sirip ini tampak sangat besar, persis seperti kaki binatang liar.

Fosil Dinosaurus Ditemukan di China

Sebuah fosil tulang rusuk sepanjang 1,8 meter telah berhasil digali dalam fase kedua penggalian di situs fosil Dashanpu, Kota Zigong, Provinsi Sichuan, China. Para ahli memperkirakan berdasarkan proporsionalitasnya, panjang dinosaurus tersebut lebih dari 20 meter. The Zigong Dinosaur Museum telah mengizinkan publik untuk menyaksikan proses penggalian yang dimulai sejak 1 Oktober lalu.
Menurut laporan Xinhua Net’s China, Wakil Direktur Museum Peng Guangzhao mengatakan, “Ini adalah fosil tulang rusuk terpanjang yang pernah saya lihat. Berdasarkan pertimbangan keadaan dari keawetan dan konektifitasnya, fosil ini milik dinosaurus yang utuh.”
Fosil yang telah ditemukan selama masa penggalian ini adalah termasuk satu dinosaurus tersendiri. Kemungkinan ini lebih besar dari semua Omeisaurus tianfuensis yang ditemukan di situs fosil Dashanpu. Mungkin juga lebih besar dari Omeisaurus tianfuensis yang tergali di Lungtienfu, yang merupakan fosil terbesar kedua di Asia dan juga dipamerkan di museum ini.
Perkiraan awal yang dilakukan oleh para ahli mengindikasikan bahwa di daerah ini terdapat ladang seluas 300.000 meter persegi mengandung fosil dinosaurus. Diantara lebih dari 10.000 meter persegi dipenuhi dengan fosil-fosil, dan sejauh ini hanya 2800 meter persegi yang telah tergali.
Menurut para ahli, seluruh ladang dipenuhi dengan fosil-fosil. Mengandung lebih dari 1000 tulang tengkorak; nominal tulangnya berjumlah sekitar ratusan ribu bahkan jutaan. The Zigong Dinosaur Museum memulai fase kedua penggalian di situs fosil Dashanpu pada 12 September lalu. Penggalian akan mencakup lebih dari 400 meter persegi dengan kedalaman lebih dari 10 meter.
Dalam 40 meter persegi dari yang telah tergali, 50 potong fosil dinosaurus telah tergali. Potongan terpanjang tulang rusuk berukuran 1,8 meter, sedangkan tulang paha terpanjang adalah 1,5 meter. Situs fosil Dashanpu mengandung geologika dan reruntuhan paleontologi terkenal dari periode Jurassic pertengahan.
Sebelumnya telah diadakan beberapa penggalian dalam berbagai skala pada 1972 dan 1979-1985. Dengan 2.800 meter persegi tergali, hampir 300 tengkorak dari vertebrata purbakala, sebagian besar adalah dinosaurus, telah berhasil digali dan dikenali. Lebih dari 20.000 tulang yang telah memfosil telah dikumpulkan. (erabaru.or.id)*
(Sumber:http://www.theepochtimes.com/news/5-10-7/33096.html)

Makhluk-makhluk asing dengan bentuk tubuh yang aneh ditemukan dari dasar samudera selama survei kelautan terakhir. Ada timun laut transparan bersulur, ikan yang mengepakkan sepasang sirip besar seperti telinga ‘dumbo’ karakter gajah Walt Disney, dan cacing tabung yang memakan minyak


Laporan yang dikeluarkan mencatat, 17.650 spesies yang hidup di bawah 656 kaki (kira-kira 200 m) dari permukaan laut, di tempat yang tak tersentuh cahaya matahari. Penemuan ini merupakan hasil terbaru dari sensus 10-tahunan bagi satwa laut.
Ribuan spesies lautan bertahan hidup di kedalaman samudera yang gelap gulita dengan cara mengkonsumsi bahan-bahan yang membusuk yang perlahan tenggelam termasuk tulang-belulang dari ikan paus. Menurut laporan itu, minyak dan metana juga menjadi sumber energi untuk penghuni dasar lautan ini.
Dengan laporan ini, para peneliti telah menemukan sekitar 5.600 spesies baru di samping 230.000 yang telah tercatat sebelumnya. Mereka memperkirakan daftar spesies baru yang ditemukan akan bertambah beberapa ribu lagi menjelang bulan Oktober 2010, ketika sensus akan diselesaikan. Para ilmuwan juga mengaku telah menemukan 5.722 spesies hidup di kedalaman ekstrim samudera, di perairan yang lebih dalam dari 3.280 kaki (kira-kira 975 m).
Lebih dari 40 spesies baru karang didokumentasikan di pegunungan di dasar lautan, dan juga hamparan brittlestar dan anemon seluas kota-kota. Hampir 500 spesies baru, mulai dari mahluk sel tunggal hingga cumi-cumi besar telah ditemukan di kedalaman dataran dan palungan samudera.
Satu penemuan penting lainnya adalah bahwa 170 spesies baru tersebut mendapatkan energi dari bahan kimia yang dikeluarkan dari lubang-lubang di dasar samudera. Salah satunya adalah familia ‘kepiting yeti’, yang berbulu halus di kaki-kakinya.
“Di tengah Samudera Atlantis, para peneliti menemukan 40 spesies baru dari total 1.000 yang ada,” kata Odd Aksel Bergstad, pakar oseanografi dari Universitas Bergen, Norwegia, yang berada di kepulauan Azores ketika diwawancara lewat telepon.
Lebih dari 2.000 ilmuwan dari 80 negara sedang bekerja untuk mengkatalog spesies-spesies di lautan. Namun, meneliti jurang dasar laut cukup mahal dan sulit karena membutuhkan kamera untuk kedalaman ekstrim, sonar, dan kendaraan kendali jarak jauh yang memakan 50.000 USD per hari.
Begitu sensus selesai, direncanakan penerbitan tiga buku: survei populer satwa laut, lalu buku kedua dengan bab terpisah untuk tiap grup kerja, dan yang ketiga berfokus pada keanekaragaman biologis.

http://kompas.com

Published in: on March 9, 2010 at 7:47 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://cicakkk.wordpress.com/2010/03/09/atikel-binatang-laut-aneh/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: